Bendungan Kuningan Akan Menjadi Sumber Irigasi Dan Air Baku Baru Di Pantura Jawa

KNGInfo.com – Menteri perumahan umum dan pekerjaan rakyat basuki hadimuljono melakukan kunker ( kunjungan kerja ) ke cirebon. Untuk mengecek perkembangan dari proyek strategis di bidang sumber daya air. Yang tengah dikerjakan oleh balai besar wilayah sungai ( BBWS ) cimanuk cisanggarung, Jum’at (20/10/17).

” Seperti biasa dalam setiap kunker, saya ingin mendengan laporan langsung mengenai perkembangan proyek. Apa masih ada kendaladi lapangan, jika ada akan segera dicarikan solusinya,” kata menteri basuki usai mengadakan rapat di kantor BBWS Cimanuk Cisanggarung.

Usai mendukung ketahanan pangan dan air sebagai nawa cita pemerintahan presiden joko widodo dan wakil presiden jusuf kalla. BBWS Cimanuk Cisanggarung saat ini tengah menyelesaikan pembangunan kuningan dan cipanas.

” Bendungan kuningan dibangun dengan anggaran konstruksi sebesar Rp. 464 miliar dan akan memiliki daya tampung sebesar 25 juta M3,” Kepala Balai BBWS Cimanuk Cisanggarung Bob Arthur Lambogia dalam paparannya dihadapan menteri basuki.

Ditambahkannya manfaat yang akan didapat dengan dibangunnya bendungan kuningan yakni sebagai sumber air bagi daerah irigasi cileweung. Dimana memiliki luas sebesar 1.000 hektar dan daerah irigasi jangkelok seluas 2.000 hektar.

Disamping itu bendungan akan memberikan manfaat bagi pengendalian banjir, air baku 300 liter/detik serta potensi pembangkit listrik tenaga air ( PLTA ) sebesar 535 KW. Progres fisiknya sendiri untuk bendungan ini sudah mencapai 62% dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2018 mendatang.

Sementara itu, untuk progres bendungan cipanas sendiri kini telah mencapai 7% dimana kontrak pembangunannya ditandatangani pada november 2016. Bendungan ini ditargetkan akan rampung pada tahun 2021 mendatang. Bendungan ini akan menampung air sebanyak 190 juta M3 dengan menghabiskan biaya pembangunan sebesar Rp. 2,1 Triliun.

Manfaatnya sebagai sumber air untuk irigasi pertanian di wilayah sumedang dan indramayu. Dengan luas sekitar 8.089 hektar, air baku dan pengendalian banjir diwilayah pantura dan penghasil listrik 3 megawatt.

Selain hal tersebut, bob arthur menjelaskan bahwa BBWS Cimanuk Cisanggarung tengah membangun bendung copong sebagai bagian dari pengembangan daerah irigasi( DI ) leuwigoong di kabupaten garut. Progres fisiknya sudah tuntas untuk bendung dan paket 9A-9B. Sedangkan paket 9C dan 9D baru mencapai 85%.

Lalu pembangunan DI rengrang di kabupaten sumedang yang progres fisiknya telah mencapai 45% dimana sebagian lahannya masih dalam tahap pembebasan lahan. Pembangunan DI rengrang sudah dilakukan sejak tahun 2014 dan diprediksi akan rampung pada tahun 2018.

Kemudian melakukan modernisasi DI rentang di kabupaten majalengka, kabupaten indramayu dan juga kabupaten cirebon. Modernisasi yang dilakukan adalah rehabilisasi pintu atau bangunan ukur elektrikal atau mekanikal. Sampai dengan oktober ini progresnya sudah mencapai 80%.

Menteri Basuki Melihat Teknologi Pengganti Bronjong Di Cirebon

Kepala balai BBWS Cimanuk Cisanggarung bob arthur lambogia juga memperlihatkan kepada menteri basuki. Cara kerja teknologi pengganti bronjong sebagai pencegah sedimentasi, yang dinamakan teknologi sistem urug dengan perkuatan wadah ( SUPW ) generik.

Teknologi ini akan diterapkan dalam kegiatan pemeliharaan sungai babakan, kabupaten brebes oleh balai besar wilayah ( BBWS ) cimanuk-cisanggarung pada bulan november 2017.

Menurut menteri basuki teknologi yang ada menggunakan panel yang terbuat dari bambu dengan harga satuan Rp. 1 juta per m3. Kedepan akan dikembangkan dengan menggunakan panel beton sehingga memiliki dua pilihan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Desain SUPW generik terdiri dari panel 8 baja yang masing-masing panel diisi oleh bambu, hebel, batu, pipa paralon diisi tanah, hidroponik, batu bata dan paving blok.

Dalam kunjungan kerja tersebut turut serta dirjen penyediaan perumahan syarif burhanudin, kepala balai besar pelaksana jalan nasional vi atyanto busono dan kepala biro komunikasi publik kementrian PUPR endra s atmawijaja.

Sumber :

Biro Komunikasi Publik Kementrian PUPR