Biaya Nikah Dan Juga Tata Cara Menikah Di KUA

KNGInfo.com – Nikah merupakah sebuah siklus hidup yang nantinya akan dijalani oleh setiap manusia. Sebagai siklus hidup dan juga proses menyatukan dua insan, tentu menikah bukanlah perkara yang mudah. Bahkan di setiap negara ataupun daerah, ada beberapa aturan ataupun tata caranya agar seseorang dapat menikah. Di indonesia sendiri, kebanyakan yang akan menikah harus mengikuti aturan dari Kantor Urusan Agama ( KUA ). Agar pernikahannya dinilai legal dan resmi, baik secara hukum di indonesia ataupun secara agama.

Kantor urusan agama kecamatan lebakwangi via panoramio.com

Berikut adalah persyaratan untuk menikah di Kantor Urusan Agama ( KUA ) :

  1. Surat keterangan untuk menikah ( model N1 ).
  2. Surat keterangan asal usul ( model N2 ).
  3. Surat persetujuan mempelai ( model N3 ).
  4. Surat keterangan tentang orang tua ( model N4 ).
  5. Surat pemberitahuan kehendak nikah ( model N7 ) apabila calon pengantin berhalangan, pemberitahuan nikah dapat dilakukan oleh wali atau orang yang bertugas untuk mewakilinya.
  6. Bukti imunisasi TT ( Tetanus Toxoid ) I calon pengantin wanita, kartu imunisasi dan imunisasi TT II dari puskesmas setempat.
  7. Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp. 30.000,-.
  8. Surat izin dari pengadilan apabila tidak ada izin dari orang tua atau wali.
  9. Pas foto ukuran 3 X 2 sebanyak 3 lembar.
  10. Dispensasi dari pengadilan apabila calon pengantin pria masih berusia dibawah 19 tahun dan bagi calon pengantin istri yang masih berusia dibawah 16 tahun.
  11. Bagi anggota TNI / POLRI membawa surat dari atasannya masing-masing.
  12. Surat izin pengadilan bagi suami yang ingin mempunyai lebih dari satu istri.
  13. Akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak / buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang No 7 Tahun 1989.
  14. Surat keterangan mengenai kematian suami atau istri yang telah ditandatangani oleh kepala desa atau lurah yang menjadi dasar pengisian model N6 bagi janda atau duda yang berkeinginan untuk menikah lagi.

Sedangkan untuk proses pengurusan surat nikah ke KUA, Anda harus memenuhi beberapa hal berikut :

Untuk Calon Suami

  1. Surat pengantar dari RT/RW dibawa ke kelurahan setempat untuk mendapatkan isian blanko N1, N2, N3 dan N4.
  2. Mendatangi kantor urusan agama ( KUA ) untuk mendapatkan surat pengantar / rekomendasi nikah.
  3. Jika calon istri sedaerah atau sekecamatan, berkas dari calon suami diberikan kepada calon istri.

Lampiran :

  • Fotokopi KTP.
  • Akte kelahiran dan C1 ( KK ).
  • Pas foto 3 X 4 = 2 lembar, jika calon istri berasal dari luar daerah.
  • Pas foto 2 X 3 = 5 lembar, jika calon istri sedaerah atau sekecamatan.

Untuk Calon Istri

  1. Surat pengantar dari RT/RW dibawa ke kelurahan setempat untuk mendapatkan isian blanko N1,N2, N3 dan N4.
  2. Mendatangi kantor urusan agama setempat untuk mendaftarkan nikah dan pemeriksaan administrasi ( datang bersama wali dan juga calon suami ).
  3. Calon suami dan juga calon istri akan mendapatkan penasihatan perkawinan dari BP4 sebelum melaksanakan pernikahan.

Lampiran

  • Fotokopi KTP.
  • Akte Kelahiran dan C1 ( KK ) calon pengantin.
  • Fotokopi kartu imunisasi TT.
  • Pas foto latar biru ukuran 2 X 3 masing-masing calon pengantin 5 lembar.
  • Akte cerai dari pengadilan bagi duda atau janda.
  • Dispensasi dari pengadilan setempat bagi suami dibawah umur 19 tahun dan bagi istri dibawah usia 16 tahun.
  • Izin atasan bagi anggota TNI / POLRI.
  • Surat keterangan kematian ayah jika sudah meninggal.
  • Surat keterangan wali apabila wali nikah tidak sealamat dari kelurahan setempat.
  • Dispensasi camat bila kurang dari 10 hari.
  • N5 surat izin dari orang tua, apabila calon pengantin kurang dari 21 tahun.
  • N6 surat kematian suami atau istri bagi janda atau duda yang akan melaksanakan pernikahan.

Biaya Mengurus Surat Nikah Di Kantor Urusan Agama ( KUA )

Biaya dalam mengurus surat nikah di kantor urusan agama via waspada.co.id

Untuk saat ini telah ada peraturan resmi dari pemerintah mengenai biaya yang dikeluarkan untuk mengurus surat nikah. Berdasarkan PP No. 48 Tahun 2014 ketentuannya sebagai berikut :

  1. Bila proses pernikahan dilakukan di kantor urusan agama pada jam kantor maka itu semua GRATIS.
  2. Namun apabila proses pernikahan dilakukan diluar kantor urusan agama tapi diluar jam kerja maka akan dikenakan biaya administratif sebesar Rp. 600.000,-.