Bibir Kawah Gunung Ciremai Yang Kini Dipagar Besi

KNGInfo.com – Sepanjang kurang lebih 100 meter garis lingkaran bibir kawah di sisi barat daya puncak gunung ciremai kini dipagar besi. Pemagaran bibir kawah sepanjang itu dilakukan secara bertahap oleh Balai Taman Nasional Gunung Ciremai dalam beberapa bulan terakhir ini. Pemagaran tersebut dilakukan sebagai penyekat atau sebagai pengingat bagi para pendaki. Agar tidak berswafoto atau terlalu menepi ke arah jurang kawah gunung ciremai.

Terpantau ” PR ” pada tanggal 31 Desember 2017, pagar yang terbuat dari rangkaian pipa besi dengan ketinggian merata sekitar satu meter. Pagar tersebut terpasang membentang diarea pelataran puncak jalur pendakian. Baik jalur pendakian palutungan, kabupaten kuningan atau jalur pendakian apuy, kabupaten majalengka.

Pelaksana tugas harian Kepala BTNGC Mufrizal yang didampingi Fungsional Hubungan Masyarakat Agus Yudantara. Menyebutkan pemagaran tersebut direncanakan akan dilanjutkan secara bertahap sampai sekeliling bibir kawah. ” Paling tidak pemagaran seperti yang sudah ada seperti sekarang ini, akan diprioritaskan dulu di titik-titik berbahaya. Yang sering dilalui atau tempat tongkrongan pendaki gunung ciremai,” Kata Agus Yudantara.

Dia menerangkan, pemagaran bibir kawah di puncak gunung berapi tertinggi dijawa barat ini dilakukan karena banyak pendaki pemula. Yang minim akan pengetahuan dan kurang mempertimbangkan resiko-resiko kecelakaan di puncak gunung. Misalnya sengaja berdiri, duduk-duduk atau berfoto ria sesuka hatinya di tepi jurang kawah yang menganga.

” Harapan kami dengan adanya pagar disana, para pendaki terutama pendaki-pendaki pemula asal gaya. Paling tidak merasa diingatkan untuk tidak nekad menclok atau berfoto ria ditepi jurang kawah,” katanya, menambahkan.

Tetap Diabaikan Para Pendaki

Namun berdasarkan dari sejumlah keterangan yang didapat dari para pendaki, keberadaan pagar besi pembatas tersebut masih diabaikan para pendaki. Menyikapi hal tersebut, Agus Yudantara mengingatkan kepada pendaki untuk tidak berbuat nekad melewati pagar tersebut, kendatipun pagar tersebut memang mudah untuk dilewati.

” Kami mohon demi keselamatan para pendaki jangan sampai nekad begitu. Demi gaya-gayaan difoto dipuncak gunung ciremai gunung tertinggi di jawa barat. Jangan sampai nekat berswafoto di titik-titik rawan terjatuh ke kawah melewati pagar itu maupun di titik-titik rawan lainnya seperi itu,” Kata Agus Yudantara.

Sumber : pikiran-rakyat.com