Budaya Unik Adat Kawin Cai Sunda Kuningan

  • admin
  • Okt 28, 2020
Budaya Unik Adat Kawin Cai Sunda Kuningan

KNGInfo.com – Budaya Unik Adat Kawin Cai Sunda Kuningan. Begitu banyak keunikan akan keberagaman yang ada pada Kota Kuningan, mulai dari tempat wisata, kuliner khas hingga kebudayaannya. Salah satu kabupaten provinsi Jawa Barat ini juga memiliki silsilah kekerabatan yang lebih dekat dengan Parahyangan Bandung dibandingkan dengan Indramayu dan Cirebon sehingga tidak heran lagi jika bahasa dan adatnya hampir sama dengan adat Sunda.

Keragaman dan keunikan yang ada pada kota seluas 429 km2 ini sebagian besar merupakan warisan turun menurun. Misalnya budaya adat Kawin Cai, yang hingga kini masih rutin dilaksanakan untuk menjaga kelestariannya. Berikut ulasan lebih lanjut mengenai budaya adat Kawin Cai.

Prosesi Upacara Adat Kawin Cai

Kabupaten Kuningan memiiliki salah satu upacara adat yang bertujuan untuk memohon air hujan. Agar lahan pertanian masyarakat lebih subur dan kebutuhan hidup lainnya pun bisa terpenuhi, yakni Kawin Caii. Upacara ini dilakukan pada musim kemarau panjang dengan kondisi air yang sangat sulit untuk didapatkan dan biasanya juga harus pada hari Jumat Kliwon.

Dikatakan upacara Kawin Cai karena acaranya hampir sama dengan upacara saat menjemput dan mengiring calon pengantin dalam acara pernikahan. Adapun prosesi upacara ini terdapat tiga acara pokok, yakni

  • Pengambilan air dari Balong Dalem, yang dianggap sebagai pengantin laki – laki.
  • Pengambilan air dari Sumur Tujuh, yang dianggap sebagai pengantin perempuan.
  • Proses kawin cai, mencampurkan air dari Balong Dalem dan air dari Sumur Tujuh tadi.

Rombongan masyarakat akan disambut juga dengan upacara adat penyambutan tamu dengan lengser dan beberapa penari perempuan serta irama musik dan lagu – lagu degung.

Kemudian, campuran air Balong Dalem dan Sumur Tujuh tersebut dituangkan ke mata air Tirta Yatra. Dan digunakan untuk memandikan aparat desa untuk membersihkan permasalahan air dan irigasi. Dilanjutkan dengan pengambilan air menggunakan lodong atau bekong oleh masyarakat untuk dibawa pulang sebagai benih air dan menyiram lahan pertanian mereka.

Kesimpulan

Selain bertujuan untuk memohon air hujan. Budaya Unik Adat Kawin Cai Sunda Kuningan ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas rahmat kehidupan di tengan menunggu musim hujan tiba. Sehingga dapat juga menjadi simbol dari pemeliharaan lingkungan desa. Dan memang sudah sepatutnya kita melestarikan dan menjaga budaya unik seperti ini sebagai rasa cinta kita akan keberagaman budaya yang ada.

BACA JUGA  Cara Melihat Peringkat Universitas Negeri Melalui Webometrics
Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *