Buku Nikah Hilang ? Begini Cara Untuk Mengurusnya

KNGInfo.com – Suatu pernikahan dianggap sah apabila memang memenuhi unsur agama dan kepercayaannya. Serta berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, jika memenuhi semua unsur tersebut maka suatu pernikahan dianggap sah dan kuat dimata hukum. Namun apa jadinya jika buku pernikahan tersebut hilang ? Baik itu hilang karena faktor ketidaksengajaan ataupun karena faktor lainnya.

Dimana sesuai dengan UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974, di indonesia sendiri ada beberapa peraturan yang berbeda-beda. Terkait dengan agama yang dipeluk oleh orang yang akan menikah atau telah menikah tersebut. Untuk masyarakat yang beragama muslim tentu pencatatan pernikahan dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan. Sedangkan bagi masyarakat yang beragama non muslim pencatatan pernikahan tersebut dilakukan di Kantor Catatan Sipil.

Lalu bagaimana cara untuk mengurus buku nikah yang hilang ? Berikut mekanisme mengenai cara untuk mengurus buku nikah yang hilang yang dirangkum dari berbagai sumber.

Penerbitan Kembali Kutipan Akta Perkawinan Bagi Non Muslim

Bagi anda masyarakat kabupaten kuningan yang kebetulan mengalami hal yang dijelaskan, yakni buku nikahnya hilang. Anda bisa langsung mendatangi Kantor Catatan Sipil ( Untuk kabupaten kuningan, Kantor Disdukcapil alamatnya berada di Jl. RE Martadinata, samping Kantor DPRD Kabupaten Kuningan, Ancaran, Kuningan ). Berikut beberapa berkas yang harus anda persiapkan :

  • Surat Keterangan Kehilangan dari kepolisian setempat.
  • Fotocopy akta perkawinan ( jika masih ada ).
  • Tanggal pencatatan perkawinan.
  • Tanggal pemberkatan perkawinan.
  • Fotocopy KTP.
  • Fotocopy Kartu Keluarga.
  • Fotocopy Akta Kelahiran.

Untuk mengurus hal tersebut dibutuhkan selambat-lambatnya akan selesai dalam masa 7 hari kerja. Dan perlu diingat pengurusan tersebut tidak membutuhkan biaya administrasi atau gratis.

Penerbitan Kembali Kutipan Akta Perkawinan Bagi Muslim

Bagi anda warga masyarakat yang kehilangan buku nikah, bisa mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA) setempat dimana anda dulu melakukan pernikahan. Karena yang menurunkan buku nikah adalah Kantor Urusan Agama (KUA) tersebut. Yang harus anda ketahui adalah pada dasarnya akta perkawinan tersebut dibuat rangkap. Dimana satu disimpan oleh pegawai pencatat dan yang satunya lagi disimpan oleh panitera pengadilan diwilayah kantor pencatatan perkawinan tersebut berada.

Lantas kepada siapa kita meminta penerbitan ulang buku nikah tersebut ? Permintaan tersebut bisa langsung mengunjungi Pegawai Pencatat Nikah (PPN). Menurut Pasal 2 Ayat 2 Permenag Nomor 11 Tahun 2007 tentang Pencatatan Nikah menyebutkan bahwa yang dimaksud Pegawai Pencatat Nikah (PPN) adalah Kepala Kantor Urusan Agama.

Dengan demikian kesimpulannya sangat jelas. Bagi anda warga kuningan yang beragama muslim dan kebetulan buku nikahnya hilang. Bisa langsung mendatangi Kepala Kantor Urusan Agama setempat, dimana dulu anda menikah dan dicatat pernikahannya. Dengan membawa surat kehilangan yang diterbitkan oleh kepolisian setempat. Tentu sebelum mendapatkan surat kehilangan tersebut, anda terlebih dahulu meminta surat pengantar dari kelurahan setempat dimana anda tinggal.

Perihal biaya yang dibutuhkan, itu semua tergantung dari kebijakan Kantor Urusan Agama setempat. Sangat mudah bukan untuk mengurus buku nikah yang hilang.