Cara Mengurus Sertifikat Tanah Yang Hilang

KNGInfo.com – Sertifikat tanah merupakan sesuatu yang sangat berharga. Karena dengan sertifikat itulah menandakan kita mempunyai hak atas tanah yang kita miliki. Namun terkadang, mungkin karena ceroboh atau lupa tempat menyimpannya dimana sertifikat tanah tersebut hilang. Nah untuk warga kuningan yang kebetulan sertifikat tanahnya hilang dan tidak mengetahui secara jelas cara mengurusnya. Berikut adalah hal-hal yang harus anda lakukan ketika mengetahui sertifikat tanah anda hilang :

Buat Surat Pengantar Dari Kelurahan

Jika sertifikat tanah anda memang benar-benar hilang. Yang pertama yang harus anda lakukan adalah membuat surat pengantar dari RT/RW untuk kelurahan. Setelah itu pihak kelurahan akan membuatkan surat pengantar untuk ke kepolisian. Untuk biayanya sendiri : GRATIS.

Lapor Ke Kantor Polisi Jika Sertifikat Tanah Hilang

Setelah surat pengantar dari kelurahan selesai, anda selanjutnya mendatangi kantor kepolisian terdekat untuk melapor. Disini anda akan mendapatkan surat kehilangan sertifikat tanah yang akan menjadi dokumen dan dilampirkan saat melapor ke badan pertanahan nasional. Untuk biayanya sendiri GRATIS.

Untuk wilayah kuningan, berikut adalah alamat kantor badan pertanahan nasional di kabupaten kuningan :

Jl. RE Martadinata No. 84 Ciporang, Kuningan, Jawa Barat.

No Telpon : 0232-871582

Melapor Ke Badan Pertanahan Nasional ( BPN )

Setelah surat laporan kehilangan yang anda ajukan selesai, anda kemudian bisa langsung melaporkan kehilangan tersebut ke badan pertanahan nasional. Dimana sebelum melapor, ada beberapa persyaratan atau dokumen yang harus anda bawa, diantaranya adalah :

  • Fotocopy KTP.
  • Fotocopy lunas PBB terakhir.
  • Fotocopy sertifikat tanah yang hilang.
  • Surat keterangan hilang dari kepolisian.

Setelah semua persyaratan tersebut anda lengkapi, kemudian pelapor akan dihubungi langsung oleh pihak BPN untuk melakukan sumpah. Perihal dengan kehilangan sertifikat tanah bersama dengan beberapa pelapor. Sumpah tersebut akan dipimpin oleh rohaniawan di kantor BPN setempat.

Membuat Iklan Pengumuman Di Media Cetak

Selanjutnya BPN akan mengumumkan sumpah tersebut melalui media cetak. Hal tersebut dilakukan untuk menyanggah adanya pihak lain yang mengakui sertifikat tanah yang hilang atau mengklaim sertifikat tersebut miliknya. Biaya yang diminta untuk perihal iklan pengumuman di media cetak ini berkisar sebesar Rp. 800.000,-.

Penerbitan Sertifikat Pengganti

Jika dalam waktu sebulan tidak ada pihak yang menyanggah pengumuman di media cetak tersebut. Maka Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) akan memberikan sertifikat pengganti kepada pihak pelapor. Dimana biaya yang diminta untuk pembuatan sertifikat tanah ini berkisar sebesar Rp. 350.000,-.

Nah warga kuningan, itulah beberapa cara dan syarat dalam mengurus kehilangan sertifikat tanah. Untuk lebih diperhatikan lagi, mengingat sertifikat tanah ini sangat penting kegunaannya. Akan lebih baik jika disimpan ditempat yang aman dan tentunya anda mengingatnya terus agar tidak harus mengurus surat kehilangan sertifikat tanah.

Untuk lama pembuatan sertifikat tanah pengganti tersebut, lama atau estimasi pembuatannya tergantung pihak BPN setempat. Bisa jadi secara cepat dan bisa juga jadinya lama bisa memakan waktu sampai berminggu-minggu.