CARAWAK : Harga Beras Di Kuningan Kembali Normal Dan Wabup Kuningan Ajak Warga Jaga Kerukunan Umat Beragama

KNGInfo.com – Dengan memasukinya musim hujan ternyata berdampak besar terhadap harga beras dipasaran khususnya dikuningan. Dimana tadinya harga besar medium berkisar sebesar Rp. 10.500,- kini harganya kembali normal menjadi Rp. 10.000,- untuk ukuran beras medium.

Seperti terpantau dipasar kepuh kuningan, turunnya harga beras tersebut sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Hal ini, menurut petugas pemantau pasar dinas perindustrian dan perdagangan Arisman, hal tersebut disebabkan karena sebagian besar petani terutama diluar daerah kembali bercocok tanam.

Seperti dilansir dari laman radarcirebon.com (31/10/17), menurut arisman dimusim kemarin banyak petani yang akhirnya gagal panen sehingga beras kuningan banyak dikirim ke daerah tetangga kuningan. Akibat dari semua itu, stok dipasaran kuningan berkurang yang berdampak pada harga beras yang naik sebesar Rp. 500 per kilogramnya. Namun nampaknya sekarang harga sudah kembali normal setelah memasuki musim hujan, dan banyak petani yang bercocok tanam kembali.

Rupanya kondisi musim hujan juga berdampak banyak kepada stabilnya harga dari dari sembako lain. Contohnya saja cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging maupun telur. Semua komoditi tersebut berada dikisaran harga normal dalam sepekan terakhir.

Wabup Kuningan Ajak Warga Jaga Kerukunan Umat Beragama

Kerukunan umat beragama via nu.or.id

Wakil bupati kuningan, Dede Sembada mengajak warga kuningan untuk selalu menjaga kerukunan antar umat beragama. Karena dengan kerukunan tersebut akan menciptakan kondusivitas daerah.

” Jagalah kebersamaan dan saling menghormati antar umat beragama demi terciptanya kondusivitas daerah di kabupaten kuningan, sekaligus dalam merekat kesatuan dan persatuan bangsa,” ujar Dede Sembada saat menghadiri sosialisasi kerukunan umat beragama, di kuningan. Selasa (31/10/17).

Dalam kesempatan tersebut turut hadir juga sejumlah tokoh agama dan pengurus lembaga keagamaan yang ada di kabupaten kuningan. Turut hadir juga kepala kejaksaan negeri kuningan.

Dede menjelaskan kerukunan umat beragama merupakan keadaan dimana sesama umat beragama dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai dan dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya. Selain itu, bekerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan juga bernegara.

Ia berkata pemerintah daerah mengemban tugas memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat, termasuk memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak pemuka-pemuka agama dan tokoh masyarakat.

Semoga tri kerukunan beragama dapat senantiasa terwujud, tandas pria yang juga menjabat sebagai ketua dewan penasehat forum kerukunan umat beragama ( FKUB ) Kabupaten Kuningan itu.

Sumber : nasional.republika.co.id