Coba Samsat Jbret Untuk Pembayaran PKB Yang Lebih Mudah

KNGInfo.com – Pajak merupakan salah satu kewajiban masyarakat yang harus dibayar dan uang dari pajak tersebut akan digunakan kembali untuk kepentingan masyarakat. Dimana salah satu obyek pajak cukup besar bersumber dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor namun begitu sulit untuk membayar pajak kendaraan bermotornya.

Padahal, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam hal ini Provinsi Jawa Barat sudah banyak melakukan inovasi terkait Pajak Kendaraan Bermotor. Dari mulai adanya Samsat Gendong (Samdong), Samsat Keliling (Samling) dan Samsat Masuk Desa (Samades). Terakhir, yang sedang hangat-hangatnya ialah program Samsat Jbret (Samsat Jawa Barat Ngabret).

Apa Itu Samsat Jbret ?

Samsat Jbret sendiri merupakan salah satu inovasi dari tim pembina samsat jawa barat. Yang diwakili oleh Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat, Kepolisian Daerah Jawa Barat dan juga PT Jasa Raharja cabang jawa barat. Dalam perjanjian kerjasama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. Dengan menggunakan tagline Samsat Jbret (Samsat Jawa Barat Ngabret).

Adapun bentuk programnya diantaranya adalah :

  • Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui Alfamart, Indomart, Alfamidi dan pembayaran melalui Tokopedia, Bukalapak dan Kaspro. Juga melalui teller Bank BJB dan PPOB.

Sedangkan beberapa inovasi-inovasi lainnya yang dimiliki Samsat Jbret diantaranya adalah :

  • Pembayaran PKB dan SWDKLLJ melalui teller BJB.
  • Elektronik Surat Ketetapan Kewajiban Pembayaran (e-SKKP).
  • Pembayaran PKB dan SWDKLLJ melalui financial technology seperti Tokopedia, Bukalapak dan Kaspro. Serta melalui gerai modern lainnya seperti Indomart, Alfamart dan Alfamidi.

Sudah mencoba bayar Pajak Kendaraan Bermotor menggunakan Samsat Jbret ? Begini Caranya..

Sebelum baraya melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui Samsat Jbret. Baraya sebelumnya harus terlebih dahulu memiliki Kode Bayar. Dimana kode bayar tersebut bisa baraya dapatkan di aplikasi Sambara (bisa didownload di app playstore) ataupun menggunakan website Bapenda Jabar.

Cara Mendapatkan Kode Bayar

1. Aplikasi Sambara

  1. Download Aplikasi Sambara di Playstore.
  2. Pada Menu Sambara, pilih info PKB dan isikan No Kendaraan yang anda miliki dan Klik Cari.
  3. Setelah itu, akan muncul jumlah pajak kendaraan yang harus anda bayar dan Klik Lanjut Daftar Online.
  4. Isikan no KTP Pemilik Kendaraan dan 5 digit terakhir no rangka kendaraan bermotor lalu Klik Proses.
  5. Anda akan mendapatkan Kode Bayar.

2. Website Bapenda Jawa Barat

  1. Kunjungi Halaman Info PKB (Klik Disini).
  2. Pada Halaman Info PKB, Isikan No Kendaraan Bermotor dan Klik Cari.
  3. Setelah itu, maka akan muncul jumlah besaran pajak yang harus dibayarkan.
  4. Selanjutnya, lanjut Klik Daftar Online.
  5. Isikan no KTP Pemilik Kendaraan dan 5 digit terakhir no rangka kendaraan bermotor lalu Klik Proses.
  6. Anda akan mendapatkan Kode Bayar.

Pembayaran Melalui Gerai Modern (Indomart, Alfamart dan Alfamidi)

Proses pembayaran melalui gerai modern merupakan salah satu pembayaran yang cukup mudah menurut admin. Pasalnya baraya hanya tinggal datang ke gerai tersebut, datang ke petugas kasir dengan tujuan untuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. Setelah itu tinggal menyebutkan kode bayar yang baraya dapatkan sebelumnya dan proses pembayaran selesai.

Pengesahan STNK

Untuk proses pengesahan STNK daerah hukum Polda Jawa Barat. Baraya hanya diminta untuk membawa bukti pembayaran dan juga E-KTP asli serta STNK asli. Ke seluruh sentra pelayanan samsat provinsi jawa barat darah hukum Polda Jawa Barat untuk dilakukan pengesahan STNK dan mendapatkan SKKP. Dimana jika dalam kurun waktu 30 hari tidak melakukan pengesahan, kendaraan tidak sah secara operasional.

Sedangkan untuk pengesahan STNK wilayah hukum Polda Metro Jaya (Bekasi, Depok, Cinere dan Cikarang). Membawa bukti pembayaran dan juga E-KTP asli serta STNK asli keseluruh sentra pelayanan samsat provinsi jawa barat daerah hukum Polda Metro Jaya.

Jika dalam pengesahan tidak membawa E-KTP Asli, tetap dilakukan pengesahan STNK asli dan dilakukan proses Proteksi Kepemilikan (Blokir).

Gambar : WJToday