Ini Dia Sasaran Dalam Operasi Patuh Lodaya Tahun 2018

KNGInfo.com – Mulai hari ini kamis 26 April 2018 kepolisian negara indonesia khususnya bidang lalu lintas melakukan operasi patuh lodaya tahun 2018. Dimana nantinya operasi tersebut akan terus diselenggarakan hingga tanggal 9 mei 2018. Kegiatan operasi patuh lodaya tahun 2018 ini serentak diselenggarakan diseluruh indonesia, termasuk diwilayah hukum Polres Kuningan. Dalam melaksanakan sebuah operasi tentu akan ada sasaran pelanggaran yang akan ditindak, berikut adalah sasaran dalam operasi patuh lodaya tahun 2018 :

1. Pengendara Motor Yang Tidak Menggunakan Helm Standar

Nantinya setiap pengendara kendaraan bermotor khususnya roda dua, diwajibkan menggunakan helm standar yang sudah diharuskan seperti sebelumnya. Baik pengendara ataupun penumpang yang dibonceng harus menggunakan helm berstandar SNI. Dan yang tidak menggunakan helm standar nantinya akan ditindak langsung ditempat oleh petugas kepolisian yang melakukan operasi patuh lodaya.

2. Pengendara Roda Empat Yang Tidak Menggunakan Safety Belt

Safety Belt atau sabuk pengaman yang terdapat dikendaraan roda empat terkadang selalu dikesampingkan penggunaannya oleh sang pemilik kendaraan. Hal tersebut jelas akan membahayakan pengendara tersebut, dimana fungsi utama safety belt tersebut untuk menjaga pengendara ataupun penumpang dari guncangan yang mungkin saja terjadi. Terutama jika pengendara tersebut mengalami kecelakaan yang cukup parah, jika menggunakan safety belt mungkin saja luka yang dialami tidak akan terlalu parah. Maka wajib hukumnya menggunakan safety belt tersebut saat berkendara.

3. Pengendara Roda Empat Yang Melebihi Batas Kecepatan

Ketika kita berkendara terkadang kecepatan kendaraan kita melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Tentu hal tersebut akan sangat membahayakan kita selaku pengendara dan juga pengendara lainnya ketika berada di jalan raya. Oleh karena itu, kita wajib untuk mengetahui batas kecepatan berkendara agar tidak membahayakan. Berikut adalah batas kecepatan yang diharuskan berdasarkan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalulintas. Yang belakangan juga Kemenhub mengeluarkan peraturan Nomor 111 tahun 2015 tentang tata cara penetapan batas kendaraan :

  • Kecepatan paling rendah 60 KM/Jam untuk jalan dalam kondisi arus bebas.
  • Kecepatan paling tinggi 100 KM/Jam untuk jalan bebas hambatan ( jalan tol ).
  • Kecepatan paling tinggi 80 KM/Jam untuk jalanan antar kota.
  • Kecepatan paling tinggi 50 KM/Jam untuk kawasan perkotaan.
  • Kecepatan paling tinggi 30 KM/Jam untuk kawasan permukiman.

4. Mengemudi Kendaraan Dalam Pengaruh Alkohol

Jelas mengemudi kendaraan sedang dalam pengaruh alkohol sangat tidak dibolehkan. Karena nantinya akan membahayakan pengendara itu sendiri dan pengendara lain. Oleh sebab itu kami menghimbau agar jangan berkendara ketika sedang dalam pengaruh alkohol, karena sangat berbahaya.

5. Pengendara Dibawah Umur

Banyak sekali kecelakaan yang disebabkan karena pengendara yang masih dibawah umur. Seharusnya orangtua tidak gampang memberikan izin atau akses kepada anaknya yang dibawah umur dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi untuk berkendara.

6. Menggunakan HP Pada Saat Mengemudi Kendaraan

Mengendara kendaraan sambil bermain handphone tentu akan mengurangi fokus anda ketika berkendara. Dan hal ini merupakan salah satu faktor dari banyaknya faktor kecelakaan yang terjadi akhir-akhir ini. Saran saya akan lebih baik jika anda menggunakan handphone jika memang darurat dan penting. Itupun lebih baik anda berhenti terlebih dahulu di bahu jalan untuk menggunakan handphone. Jangan menggunakan handphone disaat berkendara.

7. Melawan Arus

Melawan arus merupakan salah satu pelanggaran yang akan ditindak dalam operasi patuh lodaya tahun 2018 ini. Karena akan berakibat fatal dan sangat membahayakan pengendara lain dijalan raya ketika ada kendaraan yang melawan arus.

Itulah beberapa sasaran pelanggaran yang akan ditindak oleh kepolisian didalam operasi patuh lodaya tahun 2018. Yang mulai digelar hari ini 26 april 2018 sampai dengan tanggal 9 mei 2018.

Sumber Foto : rmollampung.com