Investor Yang Berebut Untuk Kelola Wisata Kuningan

KNGInfo.com – Kekayaan objek wisata alam yang dimiliki kabupaten kuningan sangatlah banyak. Bahkan kini semakin banyak dilirik dan diminati oleh investor yang memiliki modal cukup besar. Mereka tertarik untuk membangun serta mengembangkan wisata kabupaten kuningan. Sehingga menjadi magnet daya tarik wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara.

Sekertaris Daerah Kabupaten Kuningan, Yosep Setiawan mengungkapkan objek-objek dan potensi wisata dikuningan kini diminati investor dengan modal besar. Terutama objek wisata yang terletak dikawasan taman nasional gunung ciremai ( TNGC ).

” Yang mengajukan proposal izin kerjasama dengan pemerintah kabupaten kuningan untuk membangun dan mengelola potensi-potensi wisata alam di kuningan. Terutama yang berada dikawasan taman nasional gunung ciremai. Sudah setumpuk masuk ke meja saya,” Ujar Yosep Setiawan.

Pengajuan proposal itu tuturnya sebagian besar dari perusahaan swasta bonafide. Mereka meyakinkan sangat siap bekerjasama dengan pemda kuningan. Dan memberikan kontribusi dengan proporsi besar terhadap pendapatan asli daerah kabupaten kuningan. Yang didapatkan dari pengelolaan objek wisatanya. Adapun mereka menawarkan modal pembangunan dan pengelolaan ditanggung penuh oleh pihak mereka selaku investor.

” Kepada pemerintah daerah kabupaten kuningan, mereka hanya meminta izin untuk kerjasama yang baik,” katanya.

Sekda Kuningan Yosep Setiawan via pikiran-rakyat.com

Belum Ada Ruang Untuk Itu

Namun menurutnya, sejauh ini pemerintah daerah kabupaten kuningan belum memiliki ruang untuk mengizinkan investor mengelola objek-objek wisata didalam kawasan taman nasional gunung ciremai. Hal ini karena TNGC belum memberikan ruang akan hal tersebut.

Bahkan, kehadiran objek-objek wisata alam dalam kawasan TNGC yang kini sudah dikenal masyarakat luas pun belum memberikan kontribusi pendapatan asli daerah ( PAD ) kabupaten kuningan.

Objek-objek wisata yang ada dikawasan taman nasional gunung ciremai dikelola oleh kelompok masyarakat desa. Namun, beberapa diantaranya diketahui sudah dikembangkan dan dikelola oleh pemodal dari luar kuningan. Dengan cara bekerjasama langsung dengan kelompok-kelompok masyarakat pengelola objek wisata yang bersangkutan.

Menyinggung kembali banyaknya objek wisata dan potensi wisata di kawasan TNGC, dia menyatakan pemda kuningan tidak berniat untuk menguasai pengelolaannya. Namun hanya akan berusaha untuk mendapatkan atau memperoleh PAD dari kekayaan objek wisata kawasan TNGC melalui kerjasama dengan pihak dari investor.

Sumber : pikiran-rakyat.com