Keseruan Di Acara Bedah Buku D’Ustaz

KNGInfo.com – Hari minggu kemarin tanggal 4 Maret 2018 saya berkesempatan untuk menghadiri acara bedah Buku D’uSTAZ Karya Kang Muaz Malik. Acara yang digelar mulai pukul 15.30 WIB di Terminal Coffe Jl. Cemara No. 39 Sukajadi Bandung tersebut dihadiri oleh rekan-rekan dari mahasiswa / pelajar, blogger, hingga Teh Nurul Arifin juga datang keacara tersebut.

Dalam acara ini yang juga dihadiri langsung oleh Kang Muaz Malik selaku orang yang menulis buku dengan Judul D’Ustaz. Juga turut hadir beberapa rekan dari kang muaz sendiri untuk membedah bukunya baik dalam pandangan psikologi ataupun dalam pandangan filsafat.

Sebelum membahas mengenai lebih lanjut acara bedah buku tersebut, berikut adalah intisari dari buku yang berjudul D’Ustaz tersebut :

” Miftah, pria berusia hampir kepala tiga itu menjalani keseharian sebagai musisi yang kerap manggung dari cafe ke cafe. Sampai suatu waktu, dia harus menetap disebuah cafe milik Pak Joni bukan lagi sebagai musisi, melainkan mengajar ngaji. Disana orang-orang memanggilnya dengan sebutan Ustaz, meskipun Miftah selalu menolak menyebut dirinya Ustaz.

Disana dia bertemu dengan Pak Koh Pepeng yang percaya pada klenik, Mbak Pur yang selalu cemas kepada anaknya karena menjadi TKW di Singapura. Yang paling berat Miftah harus menghadapi Acung preman paling disegani dan ditakuti dilingkungan tersebut.

Banyak ketiba-tibaan yang menghampiri kehidupan Miftah, salah satunya harus juga berhadapan dengan Novela yang hampir saja menggoyahkan imannya sebagai seorang guru ngaji. ” Pasrah memang begitu indah, apalagi setelah kita patah,” “.

Itu merupakan beberapa rangkaian intisari dari buku D’Ustaz. Dalam acara bedah buku D’Ustad kemarin yang saya tangkap ialah menitik beratkan kepada seseorang yang kehidupannya sedang koleps namun berusaha bangkit untuk melanjutkan kehidupannya. Dimana menurut Kang Muaz Malik selaku penulis buku tersebut menyatakan bahwa buku tersebut memang menceritakan dirinya. Yang awalnya bekerja di perusahaan pemberangkatan haji dan umroh akan tetapi beliau keluar karena memang tidak sesuai dengan hati nurani beliau.

Dan pada akhirnya beliau bekerja di cafe serta mengajar ngaji dilingkungan tersebut. Menurut beliau siapapun itu meskipun bukan seorang ustaz wajib untuk memberikan ilmu ataupun amalan-amalan kepada semua orang. Sedangkan dari segi psikologi, buku ini menceritakan psikologi seseorang yang berada di titik nadir atau mengalami kebangkrutan. Akan tetapi masih mempunyai semangat hidup yang tinggi bahkan sampai membuat buku yang berjudul D’Ustaz.

Untuk cerita lebih lanjutnya mengenai buku d’ustaz akan lebih baik jika anda membacanya sendiri. Karena menurut beberapa orang yang telah membacanya, buku ini menarik karena didalamnya memberikan pelajaran berharga mengenai kehidupan. Berikut adalah beberapa pendapat yang sudah membaca buku d’ustaz ini :

” Ceritanya menarik, lucu dan jujur,” Kata Angling Sagaran, Sutradara Film From London To Bali.

” Menurut saya, Muaz adalah….,” BudiGuard, The Panas Dalam.

” Sewaktu-waktu Muaz datang membawa gitar, kemudian menainkan lagu Bohemian Rhapsody dengan fasih. Karena terlena, sampai tidak sadar kaki saya dipijit olehnya, lambung saya bermasalah katanya.” Menurut saya kamu tidak cocok kerja di air Az… karena bukan lauk ?”” Ian Darmawan P-Project.

Nah bagi anda yang penasaran dengan Buku D’Ustaz Karya dari Kang Muaz Malik bisa dibeli di toko buku terdekat dari daerah anda. Harga Normalnya berkisar sebesar Rp. 59.000,- dan sedang diskon sebesar 15%.