Ketua PWI Serukan Tangkal Berita Hoax Tentang Bencana

KNGInfo.com – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Kabupaten Kuningan, Iyan Irwandi, S.IP., menyarankan kepada seluruh wartawan baik media cetak, elektronik maupun media online yang berada diwilayah Kota Kuda. Untuk bersama-sama menangkal berita hoax ditengah terjadinya bencana alam yang menimpa di beberapa wilayah di Kabupaten Kuningan.

Hal itu dikarenakan sesuai dengan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik, bahwa seorang wartawan selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi. Serta menerapkan asas praduga tak bersalah. Sedangkan yang dimaksud dengan menguji informasi adalah melakukan check and richeck tentang kebenaran dari sebuah informasi tersebut.

” Saya mengajak seluruh wartawan Kuningan untuk bersama-sama menangkal hoax yang saat ini banyak bermunculan ditengah-tengah terjadinya bencana alam. Yang menimpa saudara-saudara kita baik karena bencana banjir maupun bencana tanah longsor. Tentunya dengan selalu berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

Saya yakin, dengan pemberitaan-pemberitaan yang bena dan akurat sekaligus dapat dipertanggungjawabkan. Karena selalu mengedepankan cek dan richeck akan memberikan kepercayaan tersendiri bagi masyarakat. Dan kita sebagai wartawan jangan sampai terjebak oleh berita hoax yang meresahkan masyarakat” tutur lulusan terbaik Sekolah Jurnalistik Indonesia ( SJI ) II tingkat Provinsi Jawa Barat, Kemarin.

Lebih lanjut dikatakan wartawan Harian Kabar Kuningan ( Kabar Cirebon ), ia prihatin dengan beredarnya berita hoax melalui sosial media yang beredar akhir pekan ini. Sebab sangat berpotensi besar meresahkan masyarakat. Contoh beredarnya hoax yang menyebutkan Kuningan berduka tetapi isi data korban bencananya malah yang terjadi diluar wilayah Kabupaten Kuningan.

Lalu beredarnya berita hoax tentang jembatan Waduk Darma yang berdekatan dengan sejumlah desa di Kecamatan Darma dalam kondisi membahayakan. Ditambah lagi dengan adanya beberapa berita hoax lainnya yang berkaitan dengan bencana alam di sejumlah daerah yang telah tersebar cepat melalui sosial media.

Sehingga dalam menangani permasalahan serius tersebut, tidak hanya wartawan tetapi seluruh elemen dan masyarakatpun harus bersama-sama terlibat. Minimal, ketika menerima informasi tidak langsung ikut-ikutan menyebarkan kepada orang lain. Tetapi, mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak-pihak yang berkompeten atau mengecek langsung ke lokasi. ” Mari kita bersatu untuk memerangi berita hoax yang dapat meresahkan masyarakat,” tandasnya.