KPU Kuningan Hadirkan Jurnalis Senior Di Bimtek Relasi

KNGInfo.com – Bimbingan Teknis Relawan Demokrasi yang mengusung tema Strategi Meningkatkan Partisipasi Pemilih. Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Tahun 2018 masih terus berlangsung. Dimana pada pukul 16.00 WIB para relawan yang mengikuti bimbingan teknis dipertemukan dengan jurnalis senior. Yakni H toto Santosa.

Kepada peserta bimtek, Toto Santosa menyampaikan materi terkait peran media massa dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih. Didalam paparannya, menurut toto secara global ada dua pandangan tentang peran media dalam pemilihan. Yakni peran positif dan juga peran negatif media dalam pemilihan. Peran positif paling sederhananya adalah media sebagai sumber informasi kepada masyarakat dan kontrol sosial. Serta dapat dijadikan medium untuk mempengaruhi calon pemilih, sehingga meningkatkan partisipasi pemilih. Peran negatifnya, media dapat menjadi corong salah satu pasangan calon, sehingga dalam pemberitaannya tidak berimbang antara paslon satu dan paslon lainnya.

” Peran media dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu mempengaruhi dan mengubah cara pikir atau cara pandang dari seseorang. Misalnya hampir banyak media yang sering membuat berita atau artikel tentang sudut pandang visi misi pasangan calon. Dan dinilainya program-program yang sederhana tetapi menyangkut dan menyentuh kepentingan kehidupan masyarakat, ” tutur Toto.

Toto kemudian menyampaikan bahwa pesatnya perkembangan media membuat setiap orang memiliki peluang yang besar untuk menjadi bagian dari media. Seseorang yang menjadi jurnalis tanpa dibekali terlebih dahulu ilmu mengenai jurnalistik, akan memicu timbulnya persoalan-persoalan yang berkembang di masyarakat melalui tulisannya.

Kepada relawan demokrasi KPU Kabupaten Kuningan, Toto menyampaikan untuk penyebaran informasi melalui media diharapkan sedekat mungkin mematuhi pedoman umum. Standar jurnalisme profesional, dan juga kode etik jurnalistik. Standar profesi jurnalis yaitu memiliki skill atau keterampilan menulis ( writing skill ) dan atau kemahiran berbicara bagi jurnalis radio dan televisi. Jurnalis harus menguasi teknik reportase dan wawancara, memahami bidang liputan dan terpenting menaati kode etik jurnalistik.

” Adapun kode etik jurnalistik meliputi independen, akurat dalam pemberitaan, berimbang, tidak melakukan plagiat, selalu menguji informasi, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, tidak memuat berita bohong, fitnah dan sadis, tidak menyalahgunakan profesi, tidak menerima suap uang, benda, atau fasilitas dari pihak lain yang mempengaruhi independensi, ” tutur Toto.

Sumber : kpu-kuningankab.go.id