Masa Tanggap Darurat Dikuningan Selama 1 Bulan | Pinjaman online kuningan info

Masa Tanggap Darurat Dikuningan Selama 1 Bulan

KNGInfo.com – Masa tanggap darurat untuk bancana longsor dan gerakan tanah yang terjadi di kabupaten kuningan berlaku hingga sebulan kedepan. Dimana setidaknya hampir 1.500 rumah di dua desa dikecamatan berbeda tengah dikaji untuk kedepannya akan dilakukan relokasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Kuningan memastikan bahwa ribuan warga hingga kini masih mengungsi akibat dari bencana alam tersebut. Masa tanggap darurat pun telah diberlakukan sejak akhir bulan februari yang lalu hingga sebulan kedepan.

” Dimana selama masa tanggap darurat tersebut, BPBD telah melakukan tindakan-tindakan darurat dalam penanganan bencana,” tutur Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin.

Penanganan tersebut diantaranya dengan mengevakuasi warga, mendirikan posko pengungsian dan dapur umum, pengobatan, penyediaan air bersih, hingga penyediaan kebutuhan dasar lainnya. Tak hanya hal tersebut, dilakukan juga pembersihan akses jalan di desa-desa yang terkena bencana dari material longsor.

Seperti yang sudah diketahui, Kabupaten Kuningan dilanda bencana alam pergerakan tanah dan juga tanah longsor. Dimana sejauh ini pihaknya telah mencatat 10 desa di lima kecamatan terdampak. Masing-masing di desa margacina dan jabranti di kecamatan karangkencana. Desa pinara, gunungmanik, pamupukan dan desa cipedes dikecamatan ciniru. Desa cipakem dan giriwaringin di kecamatan maleber, desa situgede dikecamatan subang maupun desa cimara dikecamatan cibereum.

Agus menyebutkan hingga kini terdata kurang lebih 561 rumah warga terdampak bencana alam. ” Dari 561 rumah tersebut, 240 unit diantaranya mengalami rusak berat, 77 unit rumah rusak sedang dan 72 unit rumah rusak ringan. Sementara 172 unit rumah lainnya dalam kondisi terancam,” ungkapnya.

Selain rumah warga, akses jalan desan dan juga jalan utama pun terkena longsor dan putur terbawa longsoran sepanjang sekitar 17,97 kilometer. Bencana gerakan tanah dan longsor juga mengakibatkan 16 unit sarana ibadah rusak. Yang terdiri dari empat unit rusak berat, satu unit rusak sedang dan dua unit rusak ringan serta sembilan unit rumah ibadah lainnya dalam kondisi terancam.

BACA JUGA  Sudahkah Anda Registrasi Kartu Prabayar Sesuai Ketentuan ?

Sumber : InilahKoran.com