Ajag Pemburu Hewan Ternak Di Cibingbin Kuningan.

Ajag Pemburu Hewan Ternak Di Cibingbin Kuningan.

KNGinfo.com- Serangan hewan liar terhadap hewar ternak dapat saja terjadi kapan saja dan biasanya hewan liar akan menyerang hewan ternak saat malam hari. Biasanya hewan liar akan menyerang hewan ternak karena ada beberapa faktor salah satu faktor utama yaitu perubahan ekosistem pada alamnya. Dan menyebabkan hewan liar mencari makan ke pemukiman warga dan menyerang hewan ternak milik warga. Beberapa pekan lalu warga Desa Cibingbin Kuningan kaget akan serangan hewan liar tehadap hewan ternak warga mati secara misterius. Dan kematian hewan ternak tersebut merupakan serangan dari hewan liar yang keluar dari hutan sekitar Desa Cibingbin untuk mencari makan saat malam hari. Penyebab kematian beberapa ternak warga merupakan serangan dari hewan liar yaitu Ajag, Ajak atau Anjing hutan endemik pulau jawa dan sumatera.

Ajag, Ajak atau Anjing Hutan.

Ajak atau Ajag dalam bahasa ilmiah Cuon alpinus merupakan Anjing Hutan yang mendiami daratan asia bagian selatan dan timur. Hewan ini tidak satu keluarga dengan srigala dan merupakan hewan endemik nusantara yang populasi nya tersebar pada pulau jawa dan sumatera. Populasi ajak masuk dalam daftar hewan konservasi yang di lindungi karena sebagai hama membuat hewan ini sering untuk perburuan. Hewan ini hidup dengan secara berkelompok dan memiliki ciri khusus terdapat pada bulu berwarna coklat kemerahan dan warna bulu dari bawah dagu,perut berwarna putih dan memiliki warna hitam pada ekor. Hewan ini tergolong hewan mamalia yang aktif pada malam hari dan merupakan jenis hewan karnivora. Beberapa pekan lalu hewan ini menyerang ternak warga desa Cibingbin yang mengakibatkan ternak warga mati sebanyak 1 ekor anak sapi dan 72 ekor kambing.

BACA JUGA  Daftar 5 SMP Terbaik Di Kuningan

Menurut sumber tribunjabar.id untuk menyelusuri kasus mati nya hewan ternak warga desa Cibingin. Melakukan pemburuan gabungan yang tergabung dari anggota TNI Kodim 0615/Kuningan, Polres Kuningan, Perbankin,BPBD, Pemerintahan Kecamatan dan Desa serta warga sekitar desa. Dan pemburuan telah berlangsung selama 2 hari dan membuahkan hasil tim permburuan gabungan berhasil menembak 6 ekor anjing liar.

Ajag merupakan hewan yang masuk dalam hewan konservasi terancam punah dan di lindungi. Untuk itu sebagai upaya mengatasi penyerangan hewan ternak oleh ajag. Sehingga dapat menhindari perburuan ajag atau anjing hutan agar warga yang memiliki ternak untuk melakukan sebagai berikut.

Pencegahan Hewan Ternak Dari Serangan Hewan Liar.

Penyerangan hewan liar yang biasanya terjadi saat malam hari dan untuk mengurangi resiko serangan hewan ternak pada malam hari. Untuk itu warga dapat melakukan beberaa cara sebagai berikut.

  • Menguatkan kontruksi kandang hewan ternak dan membuat pagar sekitar kandang ternak.
  • Melakukan kegiatan ronda secara rutin. Tidak hanya sebagai pengurangan resiko serangan hewan liar dan juga sebagai upaya pencegahan tindak kriminal seperti maling.
  • Membuat perapian sekitar kandang ternak yang dapat mengurangi resiko hewan liar untuk mendekat pada kandang hewan ternak.

Demikian ulasan mengenai Ajak, Ajag atau Anjing Liar yang merupakan hewan endemik nusantara yang masuk dalam hewan konservasi. Dan pencegahan hewan ternak dari serangan hewan liar. Semoga bermanfaat dan terimakasih.