Sudahkah Anda Menghindari Triclosan Pada Produk Perawatan Bayi Anda ?

KNGInfo.com – Saat ini sudah banyak sekali produk-produk perawatan yang memiliki kandungan anti bakteri. Termasuk pada produk sabun bayi yang tidak pedih dimata dan juga pada sabun lembut untuk bayi. Namun, tahukah anda ? ternyata kandungan utama anti bakteri yaitu Triclosan dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan.

Terlebih jika terdapat pada produk untuk bayi, tentu akan berbahaya. Triclosan sendiri adalah bahan kimia aktif yang biasanya ditemukan dalam produk perawatan dan kebersihan diri. Seperti sabun ataupun shampo. Dimana pada awalnya Triclosan digunakan sebagai pestisida atau pembunuh hama pada tahun 1960-an. Namun, saat ini kandungan Triclosan dalam sabun atau pencuci tangan sedang diteliti lebih jauh untuk memastikan bahayanya bagi manusia.

Bahaya penggunaan rutin Triclosan yaitu kulit kering dan sensitif. Itu karena Triclosan adalah bahan kimia yang cukup keras. Dampaknya sendiri memang tidak secara langsung terasa pada kulit. Namun setelah penggunaan rutin selama tiga sampai lima tahun akan beresiko membuat kulit kering dan lebih sensitif.

Sedangkan dampak selanjutnya adalah gangguan hormon. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa didalam tubuh, triclosan akan terperangkap dalam sel dan darah. Sehingga akan mengganggu sistem endokrin yang bertugas menjaga keseimbangan hormon tubuh. Yang selanjutnya mengganggu fungsi otot.

Penelitian yang dilakukan para ahli di University Of California Davis menunjukkan bahwa kandungan triclosan akan mampu merusak fungsi otot. Itu karena triclosan beresiko menurunkan fungsi otot jantung sebanyak 25%. Kekuatan otot tangan dan kaki sendiri akan mengalami penurunan sampai 18%. Ikan yang hidup di perairan yang telah terkontaminasi triclosan pun menunjukkan kemampuan berenang yang memprihatinkan.

Akan tetapi, saat ini sudah cukup banyak produk yang memiliki kandungan triclosan, termasuk produk yang dibutuhkan untuk merawat bayi. Sebenarnya tanpa menggunakan sabun anti bakteri sekalipun, si kecil akan tetap terlindungi dari bakteri jahat. Orang tua bisa mengajarkan kepada anaknya untuk rutin mencuci tangannya dengan air mengalir setiap selesai bermain. Serta sebelum dan sesudah makan.

Berilah perhatian yang lebih pada ujung kuku dan sela-sela jari saat mencuci tangan agar bakteri benar-benar dibersihkan.