Syarat dan Cara Daftar BPJS Bayi Baru Lahir, Wajib anda ketahui

Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir

Banyak yang bertanya-tanya, apakah bayi yang baru lahir bisa daftarkan BPJS? atau bagaimana cara mendaftar BPJS bagi bayi yang baru lahir?

Pada artikel ini akan menjawab semua pertanyaan tersebut.

Bayi Lahir ditanggung BPJS?

Pada Perpres No. 82 Tahun 2018, Pasal 16 ayat (1), menyebutkan bayi baru lahir dari peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) wajib didaftarkan ke BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan.

Ketika sudah terdaftar peserta BPJS, maka bayi tersebut mendapatkan layanan dan jaminan kesehatan yang biaya ditanggung BPJS Kesehatan. Namun, bagi bayi yang baru lahir dan belum didaftarkan BPJS Kesehatan apabila membutuhkan perawatan atau layanan kesehatan. Maka biaya masih ditanggung oleh orang tuanya.

Berdasarkan Perpres No. 82 Tahun 2018 Pasal 16 ayat (2), menyebutkan peserta yang tidak mendaftarkan bayi (ke BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sanksi yang didapat berupa denda pada pelayanan saat bayinya mendapatkan layanan rawat inap.

 

Cara Mendaftar BPJS Bayi Baru Lahir

Berdasarkan portal BPJS Kesehatan, BPJS diatur pada tiga kategori:

1. Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU)

Syarat dan Cara Pendaftaran BPJS untuk Bayi Baru Lahir pada Peserta PBPU & BP (Bukan Pekerja)

1) Asli Kartu JKN-KIS Ibu Kandung

2) Asli/Fotocopy Surat keterangan lahir dari Dokter maupun Bidan dari Puskesmas/Klinik/Rumah Sakit.

3) Asli/Fotocopy Kartu Keluarga orang tua.

4) Jika peserta belum melakukan autodebet tabungan harus disertai dengan:

a) Fotocopy buku rekening tabungan BNI/BRI/Mandiri/BCA, dapat menggunakan rekening tabungan Kepala Keluarga/Anggota Keluarga dalam Kartu Keluarga/Penanggung

b) Formulir autodebet pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan bermaterai Rp6.000,00 (Enam ribu rupiah).

5) Melakukan perubahan pada data bayi dengan waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah kelahiran yang meliputi nama, tanggal lahir, jenis kelamin, dan NIK.

 

2. Pekerja Penerima Upah (PPU)

Bayi baru lahir pada anak pertama sampai dengan ketiga bisa didaftarkan setelah bayi dilahirkan dan kepesertaannya langsung aktif. Pendaftaran bisa dilakukan secara perorangan maupun kolektif melalui instansi/badan usaha.

Syarat dan Cara Pendaftaran BPJS untuk Bayi Baru Lahir pada Peserta PPU pada anak pertama sampai dengan ketiga:

1) Asli Kartu JKN-KIS ibu kandung

2) Asli/Fotocopy Surat keterangan lahir dari Dokter maupun Bidan di Puskesmas/Klinik/Rumah Sakit.

3) Asli/Fotocopy Kartu Keluarga orang tua.

 

3. PBI (Penerima Bantuan Iuran)

Syarat dan Cara Pendaftaran BPJS untuk Bayi Baru Lahir pada Peserta PBI. Bayi baru lahir dari ibu peserta PBI dapat langsung didaftarkan oleh Keluarga Peserta dengan status kepesertaan langsung aktif.

1) Asli kartu JKN-KIS ibu kandung

2) Asli/Fotokopi surat keterangan lahir dari dokter maupun bidan di puskesmas/klinik/rumah sakit.

3) Asli/Fotokopi kartu keluarga orang tua.

 

Jangan lupa daftarkan bayi baru lahir. Semoga bermanfaat!