Tradisi Kawin Cai Di Kabupaten Kuningan

KNGInfo.com – Upacara adat kawin cai yang sudah berusia ratusan tahun ini, diawali dengan pengambilan air dari hulu cai atau mata air tirtayatra situ balong dalem oleh sesepuh desa. Kemudian dilanjutkan dengan upacara mapag cai.

Yaitu, kendi berisi air tirtayatra tadi dibawa menuju sumber mata air kramat cikembulan. Atau yang lebih dikenal dengan balong cibulan di desa manis kidul. Jaraknya mencapai kurang lebih dari 5 km dengan cara berjalan kaki. Setibanya di sumur keramat cibulan, air tirtayatra ditumpahkan didalam salah satu sumber mata air terbesar dari tujuh sumur keramat. Sumur kajayaan.

Selanjutnya, para petugas penjemputan tadi mengambil air dari sumur keramat yang berjumlah tujuh mata air tersebut ke dalam wadah kendi yang sama. Kemudian dibawa dan diarak kembali menuju setu balong dalem untuk dialirkan kembali di mata air tirtayatra.

Suasana prosesi tradisi kawin cai di balong dalem via facebook.com/detha.hartono.3

Ada yang menarik dari prosesi pengaliran air di hulu sungai balong dalem tersebut. Mula-mula air sumur keramat cikembulan tadi diserahkan kepada sesepuh desa babakanmulya. Yang dilakukan di depan batu kawin yang berdekatan dengan hulu sungai.

Selanjutnya air tadi dibawa oleh sesepuh desa untuk dialirkan ke hulu sungai tirtayatra yang sebelumnya dikumandangkan adzan dilanjut iqomat oleh tokoh agama desa setempat secara bersama-sama. Yang pada akhirnya prosesi kawin cai pun dilakukan oleh sesepuh desa. Disaksikan oleh para pejabat muspika, tokoh masyarakat setempat serta ratusan warga.

Tidak semua air keramat tersebut dialirkan di sumber mata air balong dalem, namun sebagian disiramkan kepada beberapa tokoh masyarakat yang bertugas mengatur pengairan menuju enam desa yang teraliri oleh sumber mata air tirtayatra.

Yaitu desa babakanmulya, jalaksana, sadamantra, padamenak, nanggerang dan desa ciniru. Tak hanya itu, air yang tersisa pun menjadi rebutan warga setempat yang berharap mendapatkan berkah dari air keramat tersebut.

Lokasi : Balongdalem, Babakanmulya, Kabupaten Kuningan.

Foto : Genpi Kuningan