UMP Jabar Tahun 2019 Naik 8,03% Dari Tahun Sebelumnya

KNGInfo.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi telah mengumumkan Upah Minimum Provinsi untuk tahun 2019 mendatang. Dimana UMP tersebut mengalami kenaikan 8,03% menjadi sebesar Rp. 1.668.372,83 yang sebelumnya hanya Rp. 1.544.360,67.

Penetapan UMP tersebut berdasarkan kepada UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang ketenagakerjaan. PP No 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No 16 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No 6 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

Sementara itu, formulasi perhitungannya sendiri untuk Upah Minimum Provinsi (UMP) didasarkan pada pertumbuhan ekonomi 5,15% dan inflasi nasional 2,88%. Dengan demikian kenaikan UMPnya sebesar 8,03%. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa penetapan UMP ini untuk memastikan semua pekerja di jawa barat mendapatkan upah minimal. Dari angka UMP tersebut, meskipun pada kenyataannya penetapan UMK di 27 Kabupaten/Kota biasanya lebih tinggi atau tidak sama dengan UMP yang sudah ditentukan.

“UMP ini untuk memastikan semua yang bekerja diwilayah Jawa Barat tidak kurang dari angka UMP yang tadi disebutkan,” Kata Ridwan Kamil dalam acara jumpa pers bertemakan JAPRI ( Jabar Punya Informasi ) di Gedung Sate Kota Bandung.

Maka dengan ditetapkannya Upah Minimum Provinsi (UMP) ini, maka upah minimum Kabupaten/Kota di jawa barat harus lebih besar dari UMP Jawa Barat Tahun 2019. Dimana keputusan tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari tahun 2019 mendatang.

Lebih lanjut Emil menjelaskan bahwa pengupahan yang ideal ialah upah yang diberikan sesuai dengan bidang pekerjaannya. Maka dari itu ada wacana untuk Upah Minimum Provinsi (UMP) padat karya. Karena yang padat karya ini industrinya rata-rata tidak sanggup jika disamakan dengan UMK lain.

Sumber : Pikiran Rakyat