Wargi Kuningan Mau Buat "Polisi Tidur" ? Begini Peraturannya | Pinjaman online kuningan info
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Wargi Kuningan Mau Buat “Polisi Tidur” ? Begini Peraturannya

KNGInfo.com – Polisi Tidur saat ini semakin sering kita jumpai, terutama dijalanan desa ataupun jalan komplek. Akan tetapi, selain semakin maraknya polisi tidur, banyak sekali hal yang dilupakan ketika membuat polisi tidur. Baraya Wargi Kuningan pun mungkin memiliki pikiran akan membuat polisi tidur dilingkungannya. Akan tetapi, baraya harus perhatikan terlebih dahulu peraturan perihal pembuatan polisi tidur. Baik itu dibuat dijalanan desa ataupun dijalanan komplek perumahan.

Ingat ya, polisi tidur disini artinya alat pembatas kecepatan. Polisi tidur sendiri adalah alat pembatas kecepatan yang merupakan bagian dari alat pengendali pengguna jalan. Digunakan untuk memperlambat kecepatan kendaraan berupa peninggian sebagian badan jalan. Dengan lebar dan kelandaian tertentu yang posisinya melintang terhadap badan jalan. (Menurut Pasal 45 Ayat (2) PP 79/2013 jo Pasal 2 dan Pasal 3 Ayat (1) Permenhub 82/2018).

Perlu untuk baraya ketahui, alat pembatas kecepatan ini meliputi :

  • Speed bump
  • Speed hump
  • Speed table
  • Berdasarkan Pasal 3 Ayat (2) Permenhub 82/2018.

Speed Bump

Speed Bumb sendiri berbentuk penampung melintang, yang dipasang diarea parkir, jalan privat atau jalan lingkungan. Terbatas dengan kecepatan operasional kendaraan yang melintas dibawah 10 km/jam. Dengan spesifikasi sebagai berikut :

  • Tinggi maksimal : 12 cm.
  • Lebar bagian atas minimal : 15 cm.
  • Kelandaian maksimal : 15%.

Kombinasi warna kuning atau putih dengan ukuran 20cm. Sedangkan untuk warna hitam sendiri memiliki ukuran 30cm dengan sudut kemiringan pewarnaan ke kanan sebesar 30-45 derajat. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 3 Ayat (3) jo Pasal 40 Ayat (1) Permenhub 82/2018 jo angka 1 huruf a lampiran Permenhub 82/2018.

Speed Hump

Speed Hump sendiri berbentuk penampang melintang yang dipasang pada jalan lokal dan jalan lingkungan. Dengan kecepatan kendaraan yang melintas dibawah 20km/jam dengan spesifikasi sebagai berikut :

  • Tinggi maksimal : 5-9 cm.
  • Lebar total : 35-39 cm.
  • Kelandaian maksimal : 50%.

Kombinasi warna kuning atau putih dengan warna hitam berukuran 25-50 cm. Hal tersebut seperti yang tertuang dalam Pasal 3 Ayat (4) jo Pasal 40 ayat (2) Permenhub 82/2018.

Speed Table

Speed Table ini berbentuk penampang melintang yang dipasang pada badan jalan kolektor, jalan lokal dan jalan lingkungan. Serta tempat penyebrangan jalan (raised crossing/raised intersection). Dengan kecepatan operasional kendaraan yang melintas dibawah 40 km/jam dengan spesifikasi sebagai berikut :

  • Tinggi maksimal : 8-9 cm.
  • Lebar pada bagian atas minimal : 660 cm.
  • Dengan kelandaian maksimal : 15%.

Kombinasi warna kuning atau putih berukuran 20cm sedangkan untuk warna hitam berukuran 30cm. Hal ini seperti yang tertuang dalam Pasal 3 ayat (5) jo Pasal 40 ayat (3) Permenhub 82/2018.

Wewenang Penyelenggaraan Alat Pembatas Kecepatan

Tidak ada perizinan untuk masyarakat umum untuk membuat polisi tidur. Karena kewenangan ada di pemerintah (khusus untuk jalan tol diselenggarakan oleh badan usaha jalan tol). Berdasarkan Pasal 26 ayat (1) UU LLAJ.

Sedangkan untuk penyelenggaraan tersebut dilakukan oleh :

  • Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk jalan nasional di luar wilayah Jabodetabek.
  • Kepala Badan Perhubungan Darat untuk jalan nasional yang berada diwilayah Jabodetabek.
  • Gubernur untuk jalan provinsi.
  • Bupati untuk jalan kabupaten dan jalan desa.
  • Walikota untuk jalan kota.
  • Badan usaha jalan tol setelah mendapatkan penetapan dari Dirjen Perhubungan Darat.

Menurut Pasal 38 ayat (1) dan ayat (2) Permenhub 82/2018 jo Pasal 26 ayat (1) huruf d UU LLAJ.

Jadi untuk baraya wargi kuningan dan sekitarnya, jangan sembarangan ketika membangun polisi tidur dengan maksud mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas. Karena memang semuanya ada aturan yang jelas, tidak sembarangan membuat polisi tidur meskipun itu dijalan desa. Semoga dengan ini kita semakin paham perihal aturan dalam membuat polisi tidur dengan tujuan untuk memperlambat laju kendaraan.